Central Park

sepotong bagel melantunkan nyanyi sendu
mengiringi sepercik kopi yang dituangkan
didalam cangkir kertas berisi rindu
dipinggir kenangan akan Central Park

datang, datanglah kau cahaya
ucap selapis tipis salju yang tersisa
pada secarik danau The Lake
yang makin terendam oleh tangisan

semburat cahaya makin menepi
diiringi coklat dedaunan
yang merendam kaki dan hati
akhirnya ku menghela tertahan

selimut sepi membungkus jeri
seiring turunnya semburat cahaya
di ujung Strawberry Fields
tetap kunanti kau bara apiku

sepotong bagel masih melantunkan nyanyi sendu
melewati arus tawa yang dingin
tandai angin musim gugur yang berlalu
iringi hati yang makin mengigil

pondokindah, 30.01.2007, 14:57

*Bagel adalah nama roti berbetuk donat besar khas orang yahudi
*The Lake adalah nama sebuah Danau yang ada di Central Park
*Strawberry Fields adalah nama area di bagian barat Central Park yang didedikasikan untuk John Lennon

Kudaku Di Padang Tandus

memendam rindu akan pelangi
yang mengelilingi kubah jiwa
dan hati dalam relung waktu
mengoyak tanya di keningku

tubuh siapakah yang kutunggangi?
dendam ini membuncah kataku
dari ujung mata ufuk berlarian
lalu mencerca beningnya galau

tubuh siapakah yang kugeluti?
getar ini meruak mengisi kalbu
seiring dengan desah hati
yang menjalar dan menggebu

walau didera kelu
kutemukan kudaku
dipadang tandus

*terinspirasi dari percakapan dengan kang Priatna Ahmad*

pondokindah, 29.01.2007, 17:39

Ambiguiti Puitika (ver.2)

mereka mereka reka
seakan lakumu mudah tereka
tapi kutahu lakumu
bisa melakukan laku

olahmu seolah bisa
tapi bisamu hanya merasa
dan apa kau tahu bisamu
bisa membisakan kaku?

rasanya gagah mu terasa
bak menggagahi selera

: bisanya mereka gagah lakukan

rawamangun, 28.01.2007, 01:19

Celana

: Jokpin

celana itu masih terlelap
ketika kau tarik dia
dan masih saja ia tergolek
ketika kau campakkan dia

lelah…ucapnya
setelah semalaman
ia terpaksa
ia tertindas
ia tertindih

celana itu masih saja
terlelap dengan manja

pondokindah, 26.01.2007, 15:07

Puisi Cumbu Kopi

sore tadi secangkir kopi
berusaha menggagahi bibirku
yang hanya pesuruh mata
karena majikannya kaku

bibirku tertimpa takut
dan terpaksa harus takluk
di hadapan kopi tubruk
yang melindas tertangkup

mata dikenal galak
walau bibir tak mau
takkan bisa mengelak
dan kopi terus mencumbu

jadilah mata tegak
tak tahu harus bergerak
hati telah tercetak
dan jantungpun berdetak

rawamangun, 25.01.2007, 22:19

Senyum Terpatri

duduk sini anakku
kusisirkan rambutmu
dengan sebilah pelangi
dari ufuk yang mewangi

rebah sini anakku
kan kuusap wajahmu
dengan sepucuk nirwana
yang kucuri hanya untukmu

tidurlah anakku
kan kupinjam sepoi angin
dari lemari langit
hingga kau terlelap

jangan kau tangisi anakku
kan kupatri senyumku selalu
disepanjang relung jiwa
sehingga sedih tak hampirimu

karena kini…

aku hanya bisa menatapmu
…tanpa bisa menyentuhmu

pondokindah, 23.01.2007, 16:45

Ahad

Sabtu dan Senin tibatiba mencoba mengambil hatiku
“Tinggalah disini sejenak, Had”, ujar Sabtu
“Kau akan senang tinggal bersamaku.”
Senin menukas,”Majulah bersamaku, Had.”
“Banyak kemungkinan menarik bersamaku”
Bidukku terombang ambing antara kedua masa itu
Masalalu, masadepan dan? masaantara sepertiku

Sabtu dan Senin tibatiba menarik dan mengelusku
“Kau suka apa, Had? Katakanlah,” ujar sabtu
“Banyak senang diduniaku.”
Senin menyambar,”Ingatlah masa depan, Had.”
“Tak bisa kau hanya memikirkan senang.”
Kembali bidukku terombang ambing antara kedua masa itu
Penyesalan, pengharapan dan kenyataan yang kuhadapi

Sabtu, Senin dan aku bersalaman
akhirnya kita bertiga bertautan
Sabtu rela atas kepergianku
Senin menyambut kedatanganku

Dan jam dindingpun berdentang duabelas kali
…malam itu

rawamangun, 22.01.2007, 0:02

Puisi Singkat Tentang Hidup

walaupun hidup itu
bukan pekik yang terhirup
tapi nafas inipun
bukan cekik yang tercelup

rawamangun, 20.01.2007, 25:58

Ambiguiti Puitika (ver.1 - beta)

kutahu lakumu
bisa melakukan laku

apa kau tahu bisamu
bisa membisakan kaku

rawamangun, 20.01.2007, 22:49

Pusing

: bugtronic

pusing ini menguras kepalaku
menusukkan jarumnya ke tengkukku

perlahan tapi pasti
memejam membuatku mati

javanet, ratuplaza, 20.01.2007, 18:41

« Previous Entries