Kwatrin Kematian Senja

/1/
selarut senja dijemput malam
jingga nya menyusup ke ufuk barat
perlahan ditarik nya selimut kelam
hingga habis langit tertelan karat

/2/
bulan pun berteriak senang
karena senja direguk regang
sewaktu hunus mulai terentang
sekejap di hujam dengan tegang

/3/
gelap membungkus jasad senja menggelepar
dengan seputih kafan bersemburat jingga
hanya itulah sisa jiwa yang terpapar
dalam kelam nya relung nan merongga

/4/
selarut malam melepas gumam
jingga nya menggumpal di ufuk timur
perlahan dilepas nya selimut kelam
hingga langit bisa mulai berjemur

rawamangun, 21.03.2007, 0:31

Penjahit Luka

pagi ini penjahit itu datang
menggelantang luka terbuka
yang perih dan menantang
jarumnya menelisik kulit
menembus daging yang meradang
“lukamu basi” ujarnya getir
terlalu besar galau menentang
yang hendak kau kubur
di bawah kulit terentang
menyemai ulatulat dosa
dengan buaian luka berdendang

esok pagi penjahit itu datang lagi
menggandeng luka di sampingnya
yang sudah dipinang sejak malam
meninggalkan bekas jahitan membiru
galau pun menyelipkan gumam
“tak lagi kurasa perih” serunya
telah usai persemaian kelam
ulatulat pun beterbangan
dengan sayap berlarik suram
tinggalkan jiwa dengan gigilnya
berselimut angin bertabir garam

ps.sunangiri-rawamangun, 11.03.2007, 11:27

Pekur Itu Datang

selalu pekur itu datang
saat aku bersama sendiri
menunggu sepi sampai lelap
sedang buaian lagu cinta
makin lama makin menepi

o kasih, bilah rinduku
tlah terhujam dalam dada
sementara darah di nadi
tlah terkuras menantimu

dan sepotong hati sendu
tlah lebur di lautan rasa
hingga debur pun trasa
menggelora memanggil getir

pekur itu datang lagi
saat aku bersama sendiri
dalam letihnya keluguan hati
dan kuatnya buaian lagu cinta
yang mengalun dan mencekik

sudirman->pondokindah, 07.03.2007, 12:41

Ensemble

simbal memukul
hi-hat menyusul
desis memantul

denting menari
tuts berlari
hati berdiri

kocok di dawai
tubuh melambai
janganlah lalai

ritma mencakup
chord menyusup
nada terlungkup

lantun melarut
irama melembut
ujung menyambut

: salut membungkuk

pondokindah, 06.03.2007, 11:12

Pertempuran Dendang

: jazz

intro lantunkan jiwa tembus kaku
menyeret hangat nada mayor terbuyar
tambahkan pad dan string yang beku
maka mulailah petualang berlayar

pertempuran dendang mengguyur hati
nada berkejaran saling melompati
sesekali mereka usik asik menjalin
sebelum di akhir tikaman bersalin

sayatan dawai mencekik teriak
di susuri debam drum menggelegak
piano menyusun denting beriak
buat mulut mengundang decak

di coda mereka berkumpul
satu menyatu lain menyusul
semilir bunyi meriuh rendah
akhiri lagu dengan meriah

pondokindah, 05.03.2007, 10:47

catatan:
intro: bagian pembuka pada lagu
mayor: sususan chord yang bersifat riang
pad: suara latar pada sebuah aransemen lagu
string: suara alat gesek yang juga dipakai sebagai latar
drum: dram / perkusi utama penjaga ketukan
coda: bagian akhir/penutup pada lagu

Tarian 4 Dawai

: marcus miller

setubuhi batang leher terentang
dengan belaian jari yang menyentak
serempak dekap ibujari mendentang
dekapan jemari meronta sontak

dendang menyeret telinga pada lagu
mencabik dada pukulan sebelanga
empat dawai mencuri hati terlugu
susun rapi nada dalam bunga

magis mu nyalakan api ruh
kelana imaji mengalir keruh
terpaan dentum dawai bergetar
guncang kalbu kau pendengar

cumbu di panggung bertahta
dengan untaian empat temali
yang kau sandang di bahu kata
menyengat jiwa bersama jeli

*sajak ini tercetus setelah menonton penampilan the living legend bassist Marcus Miller di Java Jazz*

pondokindah, 05.03.2007, 10:33

Dua Jiwa Yang Hilang

kau pikir beda bisa kau terka
antara surga dari neraka
langit biru dari luka
apa kau bisa bedakan juga
hijaunya rumput dari beton berjelaga
dan bisakah kau tukar
keji dengan suci terkapar
debu panas dengan pohon terhampar

kita, dua jiwa yang hilang
terendam dalam kelam karang
sepanjang tahuntahun terentang
berlari kitari bekunya padang

lalu apa yang kita dapat?
getir dan gigil tetap menjerat
ku ingin kau bersamaku dekat
…dan di sini melekat

*translasi dan interpretasi ulang dari “Wish You Were Here” (Pink Floyd)*

pondokindah, 02.03.2007, 12:15