Tarian Kecil

kaki kecilmu
menari di pangkuan
tak kenal lelah

27.12.2007, 06:02PM

Belajar 2

I.
dentingan gelas
diatas meja kaca
terisi air gula

II.
air mata mu
jatuh di pangkuanku
sedih mencekam

21.12.2007, 06:53

Rasa (belajar haiku 1)

I.
panas menyengat,
akankah hati ini
menyerah rengat?

II.
gugurnya air
menjemput kelam hati
duka kan lahir

III.
sepotong angin
bertanya dalam jiwa
inikah damai?

21.12.2007, 01:05AM

Kanvas Kehidupan

:nibbana

lukisan waktumu menyeret detik ke jemari
dimana hampa dan fana berebut menjadi kanvas
minta disapu oleh sejumput kuas
yang berlumur tintatinta kehidupan

19.12.2007, 12:13PM

Cinta Biru

catatan kecil ku
tertorehkan birunya
kelana cinta

19.12.2007, 11:44AM

Puisi Tangisan Hujan

hujan menangis lagi
membuat kata tersedak
dalam bentang jeruji
dimana puisi menyeruak

11.12.2007, 01:30AM

Sebidang Ragu

di belahan dadamu
aku dapati sebidang ragu
dengan gemuruh melepuh
dan pasrah yang merapuh

11.12.2007, 12:48AM

Into The War

do you recognize
what i’ve been realise
even if you got the sun
it’s not meant to be like one

and if you feel pain
it’s only tip of the gain
then if you got angry
it’s only makes you wary

what do you think?
life’s meant to be broken?
heart to be pressing down?
or just ego to be fed?

rainy day, 09.12.2007, 02:00PM

Aku Ingin Membuka Mata

: isn

badai ini terlalu kelam
bahkan untuk sepotong malam
dimana kebodohanku terekam
melahirkan abadinya dendam

dalam jeratan kubangan lumpur
lirih perlahan tanya selintas
adakah mata air mu tersisa
untuk aku kembali dalam pilumu

aku ingin membuka mata
kembali ke rumah kita
dimana semua asa
masih ada dan terjaga

03.12.2007, 10:53AM

Sarung

Pagi ini selembar sarung berkata padaku
“Sampai kapan kau bergumul dengan ku?
Sementara hampir habis luapan cahaya
berkejap dalam kumparan waktu”

“Sudahlah kau diam saja! apa kurang
aku mencucimu tiap minggu? Dengan
sejumput deterjen dan hangatnya belaian
angin yang dihembuskan pada dirimu”

“Aku hanya sedih melihatmu
menghabiskan detik tanpa hal berarti.
Menyerah kalah pada sang waktu.
Tertelan bumi dalam genggaman hantu

Pagi esoknya aku berkata pada sarung itu
“Kini kau kugantung, dan kupakai bila perlu
Jangan kau beranjak dari peraduan, kecuali
detik mengejarku dan menyeretku kedekapannya”

01.12.2007, 12:36PM

« Previous Entries