/1/
ayah, ijinkan aku bermain bintang
diatas selemparan angin
yang dipenuhi kapas awan
dimana langit membumbung
/2/
anakku, di samudera lentera
tak ada batas yang dalam
hanya ada lubang semesta
dan aku jeri melepasmu
/3/
ayah, mengapa kau beriak
tak kulihat ada jeram
yang merantai melilitku
dan asa melimpah ruah
/4/
anakku, jeri ini bukan untukmu
bukan karena langit
dan pula bukan karena jeram
tapi hati ini yang tertahan
18.01.2007, 01:41
June 8th, 2008 at 10:37 pm
Wow, i like this a lot. Very touching !
July 30th, 2008 at 3:58 pm
[...] membaca dua puisiku yang saya buat dalam waktu berdekatan ( “Ufuk Yang Merunduk” & “Percakapan Antara Ayah & Anak” ). Pakcik Ahmad ini adalah salah seorang penyair yang puisi-puisinya banyak saya simak. Well, [...]