Ufuk Yang Merunduk

akhirnya aku sampai ditepi
dimana jalan yang tersisa
hanyalah maju atau mati
tanpa kuasa lagi untuk
sekedar memilih

perih yang kupeluk
telah menjadi
ufuk yang merunduk
dan perlahan
akupun menunduk

dan bila tiba waktuku
tak ada lagi inginku
selain bersatu denganmu
merengkuhmu di pusaraku

pondokindah, 17.01.2007, 11:27

2 Responses to “Ufuk Yang Merunduk”

  1. 1
    The Scrapbook » Blog Archive » Perhelatan Puisi dalam Diri Says:

    [...] kata Pakcik Ahmad, setelah beliau membaca dua puisiku yang saya buat dalam waktu berdekatan ( “Ufuk Yang Merunduk” & “Percakapan Antara Ayah & Anak” ). Pakcik Ahmad ini adalah salah seorang [...]

  2. 2
    bangwinet » Blog Archive » Perhelatan Puisi dalam Diri Says:

    [...] kata Pakcik Ahmad, setelah beliau membaca dua puisiku yang saya buat dalam waktu berdekatan ( “Ufuk Yang Merunduk” & “Percakapan Antara Ayah & Anak” ). Pakcik Ahmad ini adalah salah seorang [...]

Leave a Reply