Belum habis bulan beranjak dari peraduannya, dimana kita menertawakan sepasang awan yang buyar terterpa dinginnya gelap selimut malam. Dan belum juga kering hijaunya rumput dari tebaran embun, dimana kita berguling diatasnya saling memagut.
Tanpa sadar kita sudah ada di dalam selimut malam itu. Ya…selimut malam yang membuyarkan awan dengan dingin dan gelapnya. Kita tak bisa lagi berguling diatas tebaran embun, karena pelukan rumput tiba-tiba menyadarkan kita bahwa luka baru siap terbentuk dengan kawah-kawah penuh magma.
Kini tinggal aku sendiri dengan kawan kecilku mencoba menjawab seribu pertanyaan yang muncul akibat persekongkolan kami dengan sang ego. Sejuta pengandaian, sejuta pengakuan dan sejuta ketakutan kami torehkan pada sepanjang langit-langit tempat kami terpojok dan teronggok.
Kini tinggal aku sendiri dengan kawan kecilku…
santa, 03.05.2007, 11:24