Fragmen Senja dan Malam

#13 INT: KAMAR TIDUR - PADA SEBUAH RANJANG
(Pukul 17:28)

Sore melebam perlahan; dalam alunan debur dahan; bercampur desir jantung; yang seakan berlomba; berkejaran dengan waktu

jingga kembali meratap
kala malam tegas menatap
:tak bisa kah sekejap?
menunggu gundahku kerlap

izrail oh izrail
aku tahu ini waktuku
cabutlah perlahan putik itu
hingga tak perlu kau hirau
cengkraman akar nan membatu

tak kumiliki rasa
tak kurasa luka
tak luka hati
ini hanya
sebuah titik
sebuah jejak
sebuah nafas
yang harus aku
perlahan cabut
perlahan renggut
perlahan jenggut
: atas perintah NYA

kelam merepih alam; dingin berkalang malam; detikdetik berdegup; maut mulai memeluk

jingga akhirnya pasrah
dalam keheningan kelam
membuka pintu lelah
dan tubuh digumuli malam

CUT TO

#14 INT: KAMAR TIDUR - PADA SEBUAH RANJANG
(pukul 18:13)

ZOOM IN:

Beberapa orang suster sedang membersihkan dan membereskan ranjang dimana pergulatan panjang hidup & mati baru saja terjadi, yang akhirnya kita semua tahu akhirnya seperti apa.

ZOOM OUT - FADE OUT TO WHITE

11.10.2008, 10:59AM

Dua Potong Skenario Menjelang Subuh

02:49AM

peduli ku tlah punah
pupus hancur terjajah
dalam alunan hasrat
serta ikatan tekad

peduli ku tlah musnah
remuk dimakan yakin
yang kian menyeruak
menyentak hentak

[ dahi mengerenyit - bayang seorang gadis - menyeruak - bermain dalam kepala - kembali pada saat pertama - tertangkap tatap - tekad membumbung - niat terhimpun - ingin tertahan ]

aku harus berkompromi dengan malam
sudah sejak tadi ia dan angin bersekongkol
ingin menceburkan aku kedalam lautan mimpi
yang memang makin lama makin merendam
hampir sebagian kepalaku

aku harus berkompromi dengan pagi
karena hanya ia lah yang bisa membelaku
walaupun aku harus bersatu dengan malam,
angin, seonggok selimut, segelas mimpi
dan sejumlah tidur

03:14AM

[ akhirnya ia menyerah terhadap tubuhnya sendiri ]

13.09.2008, 03:44AM