<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>PaparanKata</title>
	<atom:link href="http://www.paparankata.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.paparankata.com</link>
	<description>playground of words</description>
	<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 00:33:10 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Menunggu</title>
		<link>http://www.paparankata.com/2009/01/05/menunggu/</link>
		<comments>http://www.paparankata.com/2009/01/05/menunggu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 00:33:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Poetry (Bahasa)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.paparankata.com/?p=605</guid>
		<description><![CDATA[Tak bersisa sepicing mata pun zikir yang kami semai dalam tahta hati. Seperti hari libur yang telah berdebu kami nantikan yang akhirnya datang jua. Tak bersisa sekeratpun gemerlap bulir padi yang telah keriput kami nantikan. Seperti layaknya seorang anak yang kehabisan gulali di pasar malam.
Sementara di sudut lekuk kerlingmu, berhambur air doa dari mata sedalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak bersisa sepicing mata pun zikir yang kami semai dalam tahta hati. Seperti hari libur yang telah berdebu kami nantikan yang akhirnya datang jua. Tak bersisa sekeratpun gemerlap bulir padi yang telah keriput kami nantikan. Seperti layaknya seorang anak yang kehabisan gulali di pasar malam.</p>
<p>Sementara di sudut lekuk kerlingmu, berhambur air doa dari mata sedalam jarum yang menusuk tanah berkerak. Lamat-lamat robekan lahan syukur membuncah bersama dahaga yang kami kira tlah mati, mati dan mati!</p>
<p>Kami tak menyangka, derap dan alunan kata lagi-lagi membungkus harapan. Hingga kami lupa bahwa pelan-pelan kami tenggelam dalam alunan mimpi yang melekat hangat di bibir tanpa bisa menyentuh sukma</p>
<p><em>05.01.2009, 01:49AM</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.paparankata.com/2009/01/05/menunggu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kelakar</title>
		<link>http://www.paparankata.com/2009/01/05/kelakar/</link>
		<comments>http://www.paparankata.com/2009/01/05/kelakar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 00:31:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Poetry (Bahasa)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.paparankata.com/2009/01/05/kelakar/</guid>
		<description><![CDATA[Kelakar itu terulang lagi. Bahak dan kekeh kembali bersama, mengaduk dendam akan laparnya ego dan lelucon sampah yang tak lucu.
&#8220;Kiranya tak cukup aku mati dua kali dan kiranya tak luluh geram bertempur dengan waktu&#8221;
Ucapmu penuh getar tak tentu dikelilingi kabutkabut yang mendidihkan air menjadi embun tanpa sempat jadi hujan.
Pada puncak letupan, semua mengosongkan isi kepala [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kelakar itu terulang lagi. Bahak dan kekeh kembali bersama, mengaduk dendam akan laparnya ego dan lelucon sampah yang tak lucu.</p>
<p>&#8220;Kiranya tak cukup aku mati dua kali dan kiranya tak luluh geram bertempur dengan waktu&#8221;</p>
<p>Ucapmu penuh getar tak tentu dikelilingi kabutkabut yang mendidihkan air menjadi embun tanpa sempat jadi hujan.</p>
<p>Pada puncak letupan, semua mengosongkan isi kepala dan menggantinya dengan arang kelapa yang sudah direndam minyak tanah. Tinggal menunggu bara hinggap maka kita semua akan menyaksikan pesta kembang api yang termeriah di dunia ini.</p>
<p>Kelakar itu terulang lagi. Dengan adonan yang makin mengental, sehingga kita semua tak tahu lagi yang mana yang wajar dan yang mana yang seharusnya kita belajar.</p>
<p><em>03.01.2009, 08:45PM</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.paparankata.com/2009/01/05/kelakar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kukatakan Pada Kami</title>
		<link>http://www.paparankata.com/2008/12/22/kukatakan-pada-kami/</link>
		<comments>http://www.paparankata.com/2008/12/22/kukatakan-pada-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Dec 2008 18:01:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Poetry (Bahasa)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.paparankata.com/?p=600</guid>
		<description><![CDATA[: TSP
Aku berkata pada kami bahwa hujan yang mendera bumi itu adalah serbuk surga yang tanpa sengaja tertumpah dari dapur langit. Kami mengangguk bukan tanda setuju padaku tapi lebih pada kejerian pada hampanya langit seolah butiran kemilau matahari memanggang dalam terik sehingga tak setitik pun bulir hujan dapat bertahan.
Aku berkata pada kami bahwa di setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>: TSP</em></p>
<p>Aku berkata pada kami bahwa hujan yang mendera bumi itu adalah serbuk surga yang tanpa sengaja tertumpah dari dapur langit. Kami mengangguk bukan tanda setuju padaku tapi lebih pada kejerian pada hampanya langit seolah butiran kemilau matahari memanggang dalam terik sehingga tak setitik pun bulir hujan dapat bertahan.</p>
<p>Aku berkata pada kami bahwa di setiap pojok yang kami pikir akan masih tersisa sejuknya embun yang aku sebut sebagai serbuk surga tidak pernah ada asa yang mubazir. Karena setiap harapan akan selalu tertanam dalam butiran inti darah setiap mahluk yang nafasnya dipinjamkan olehNya. Oleh karena itu aku ajak kami merenung.</p>
<p>Aku masih akan berkata pada kami bahwa sejauh-jauhnya kami berjalan jangan lah lupa untuk membersihkan ku dari debu suram yang selalu menghalangi tubuh dari hangatnya mentari dan juga sejuknya embun. Dan kami pun berkata pada ku, mulailah dari kaki karena pijakan yang nyaman akan jadi penopang yang baik. lalu akhirilah di kepala karena setelah semuanya berbaur dalam gelombang hujan, maka butiran serbuk surga akan selalu menunggu untuk dijunjung.</p>
<p><em>22.12.2008, 01:58AM</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.paparankata.com/2008/12/22/kukatakan-pada-kami/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sekepal</title>
		<link>http://www.paparankata.com/2008/12/20/sekepal/</link>
		<comments>http://www.paparankata.com/2008/12/20/sekepal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 17:50:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Poetry (Bahasa)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.paparankata.com/?p=597</guid>
		<description><![CDATA[sekepal rasa membuncah megah
memeluk erat menjerat nafas
sekepal hasrat coba merangkul
ronta merebak beku bertahan
sekepal angin mencecar lembayung
basuh nestapa taubat menelikung
sekepal sesal melayang jauh
harap kembali keratan asa
20.12.2008, 01:46AM
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sekepal rasa membuncah megah<br />
memeluk erat menjerat nafas</p>
<p>sekepal hasrat coba merangkul<br />
ronta merebak beku bertahan</p>
<p>sekepal angin mencecar lembayung<br />
basuh nestapa taubat menelikung</p>
<p>sekepal sesal melayang jauh<br />
harap kembali keratan asa</p>
<p><em>20.12.2008, 01:46AM</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.paparankata.com/2008/12/20/sekepal/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Glitch</title>
		<link>http://www.paparankata.com/2008/12/15/glitch/</link>
		<comments>http://www.paparankata.com/2008/12/15/glitch/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2008 17:22:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[3-Line Poem (English)]]></category>

		<category><![CDATA[Short Poetry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.paparankata.com/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[o shit
look too neat
for glitch
15.12.2008, 01:15AM
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>o shit<br />
look too neat<br />
for glitch</p>
<p><em>15.12.2008, 01:15AM</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.paparankata.com/2008/12/15/glitch/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Memories</title>
		<link>http://www.paparankata.com/2008/12/15/memories/</link>
		<comments>http://www.paparankata.com/2008/12/15/memories/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2008 17:22:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[3-Line Poem (English)]]></category>

		<category><![CDATA[Short Poetry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.paparankata.com/?p=593</guid>
		<description><![CDATA[memories
got into my brain
call their friends
15.12.2008, 01:14AM
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>memories<br />
got into my brain<br />
call their friends</p>
<p><em>15.12.2008, 01:14AM</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.paparankata.com/2008/12/15/memories/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Time</title>
		<link>http://www.paparankata.com/2008/12/15/time/</link>
		<comments>http://www.paparankata.com/2008/12/15/time/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2008 17:21:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[3-Line Poem (English)]]></category>

		<category><![CDATA[Short Poetry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.paparankata.com/?p=591</guid>
		<description><![CDATA[wet air
long road packed
time goes by
15.12.2008, 01:13AM
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>wet air<br />
long road packed<br />
time goes by</p>
<p><em>15.12.2008, 01:13AM</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.paparankata.com/2008/12/15/time/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Malaikat</title>
		<link>http://www.paparankata.com/2008/12/14/malaikat/</link>
		<comments>http://www.paparankata.com/2008/12/14/malaikat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2008 03:16:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Poetry (Bahasa)]]></category>

		<category><![CDATA[Short Poetry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.paparankata.com/?p=588</guid>
		<description><![CDATA[jika aku malaikat
kurindu sayap putihku
yang telah lama hilang
dicuri perompak dunia
14.12.2008. 10:13AM
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>jika aku malaikat<br />
kurindu sayap putihku<br />
yang telah lama hilang<br />
dicuri perompak dunia</p>
<p><em>14.12.2008. 10:13AM</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.paparankata.com/2008/12/14/malaikat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nikmat Itu Memeluk</title>
		<link>http://www.paparankata.com/2008/12/13/nikmat-itu-memeluk/</link>
		<comments>http://www.paparankata.com/2008/12/13/nikmat-itu-memeluk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 18:50:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Poetry (Bahasa)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.paparankata.com/?p=585</guid>
		<description><![CDATA[: arik
nikmat itu memeluk
dalam keangkuhan yang menerpa
mencoba menjarah dengan jarak
dan perlahan mencuri butiran hati
yang lama terkubur dalam inti bumi
13.12.2008, 02:47AM
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>: arik</em></p>
<p>nikmat itu memeluk<br />
dalam keangkuhan yang menerpa<br />
mencoba menjarah dengan jarak<br />
dan perlahan mencuri butiran hati<br />
yang lama terkubur dalam inti bumi</p>
<p><em>13.12.2008, 02:47AM</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.paparankata.com/2008/12/13/nikmat-itu-memeluk/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Senja Membalut Luka</title>
		<link>http://www.paparankata.com/2008/12/13/senja-membalut-luka/</link>
		<comments>http://www.paparankata.com/2008/12/13/senja-membalut-luka/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 17:55:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Poetry (Bahasa)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.paparankata.com/?p=582</guid>
		<description><![CDATA[senja kembali dari kubur
menghitung luka yang tersebar di antara dua sudut ufuk
menyala meradang serta lepuhannya mampu membungkam seribu lebah
dipikirnya langit ingin membantu
dengan menumpahkan butiran biru yang segar kukira
tapi seribu sayatan tak dinyana yang didapat
hingga makin bertebaranlah luka di sepanjang garis langit
luka kembali berjatuhan
seiring dengan raungan zat hara nan meranggas
menyayat bagai pinggiran sebilah kertas tak berdaya
dipikirnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>senja kembali dari kubur<br />
menghitung luka yang tersebar di antara dua sudut ufuk<br />
menyala meradang serta lepuhannya mampu membungkam seribu lebah<br />
dipikirnya langit ingin membantu<br />
dengan menumpahkan butiran biru yang segar kukira<br />
tapi seribu sayatan tak dinyana yang didapat<br />
hingga makin bertebaranlah luka di sepanjang garis langit</p>
<p>luka kembali berjatuhan<br />
seiring dengan raungan zat hara nan meranggas<br />
menyayat bagai pinggiran sebilah kertas tak berdaya<br />
dipikirnya bumi ingin minum<br />
dengan ribuan bakal poripori yang berlomba mengisap<br />
tapi nyatanya perih yang didapat<br />
hingga tetesan darah menjadikan tanah sekelam hitam</p>
<p><em>13.12.2008, 01:51AM</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.paparankata.com/2008/12/13/senja-membalut-luka/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
