<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.7" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>PaparanKata</title>
	<link>http://www.paparankata.com</link>
	<description>playground of words</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Jan 2009 00:33:10 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Menunggu</title>
		<description>Tak bersisa sepicing mata pun zikir yang kami semai dalam tahta hati. Seperti hari libur yang telah berdebu kami nantikan yang akhirnya datang jua. Tak bersisa sekeratpun gemerlap bulir padi yang telah keriput kami nantikan. Seperti layaknya seorang anak yang kehabisan gulali di pasar malam.

Sementara di sudut lekuk kerlingmu, berhambur ...</description>
		<link>http://www.paparankata.com/2009/01/05/menunggu/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Kelakar</title>
		<description>Kelakar itu terulang lagi. Bahak dan kekeh kembali bersama, mengaduk dendam akan laparnya ego dan lelucon sampah yang tak lucu.

"Kiranya tak cukup aku mati dua kali dan kiranya tak luluh geram bertempur dengan waktu"

Ucapmu penuh getar tak tentu dikelilingi kabutkabut yang mendidihkan air menjadi embun tanpa sempat jadi hujan.

Pada puncak ...</description>
		<link>http://www.paparankata.com/2009/01/05/kelakar/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Kukatakan Pada Kami</title>
		<description>: TSP

Aku berkata pada kami bahwa hujan yang mendera bumi itu adalah serbuk surga yang tanpa sengaja tertumpah dari dapur langit. Kami mengangguk bukan tanda setuju padaku tapi lebih pada kejerian pada hampanya langit seolah butiran kemilau matahari memanggang dalam terik sehingga tak setitik pun bulir hujan dapat bertahan.

Aku berkata ...</description>
		<link>http://www.paparankata.com/2008/12/22/kukatakan-pada-kami/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Sekepal</title>
		<description>sekepal rasa membuncah megah
memeluk erat menjerat nafas

sekepal hasrat coba merangkul
ronta merebak beku bertahan

sekepal angin mencecar lembayung
basuh nestapa taubat menelikung

sekepal sesal melayang jauh
harap kembali keratan asa

20.12.2008, 01:46AM </description>
		<link>http://www.paparankata.com/2008/12/20/sekepal/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Glitch</title>
		<description>o shit
look too neat
for glitch

15.12.2008, 01:15AM </description>
		<link>http://www.paparankata.com/2008/12/15/glitch/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Memories</title>
		<description>memories
got into my brain
call their friends

15.12.2008, 01:14AM </description>
		<link>http://www.paparankata.com/2008/12/15/memories/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Time</title>
		<description>wet air
long road packed
time goes by

15.12.2008, 01:13AM </description>
		<link>http://www.paparankata.com/2008/12/15/time/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Malaikat</title>
		<description>jika aku malaikat
kurindu sayap putihku
yang telah lama hilang
dicuri perompak dunia

14.12.2008. 10:13AM </description>
		<link>http://www.paparankata.com/2008/12/14/malaikat/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Nikmat Itu Memeluk</title>
		<description>: arik

nikmat itu memeluk
dalam keangkuhan yang menerpa
mencoba menjarah dengan jarak
dan perlahan mencuri butiran hati
yang lama terkubur dalam inti bumi

13.12.2008, 02:47AM </description>
		<link>http://www.paparankata.com/2008/12/13/nikmat-itu-memeluk/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Senja Membalut Luka</title>
		<description>senja kembali dari kubur
menghitung luka yang tersebar di antara dua sudut ufuk
menyala meradang serta lepuhannya mampu membungkam seribu lebah
dipikirnya langit ingin membantu
dengan menumpahkan butiran biru yang segar kukira
tapi seribu sayatan tak dinyana yang didapat
hingga makin bertebaranlah luka di sepanjang garis langit

luka kembali berjatuhan
seiring dengan raungan zat hara nan meranggas
menyayat bagai ...</description>
		<link>http://www.paparankata.com/2008/12/13/senja-membalut-luka/</link>
			</item>
</channel>
</rss>
