: teman yang meninggalkan kita
tiba-tiba kita menjadi terasing di dalam pagar sendiri
takut menjalar mencubiti sekujur kulit kepala
dan curiga menghela tali kusir yang terlilit di leher
tak bisa lagi menjumput tawa karena telah lepas ke laut
lihat warna warni itu ketika bercampur birunya samudra
tersisa hanya pucuk-pucuk asa yang belum lagi siap di panen
yang terpaksa ku ambil dan ku rangkai dalam bebatan doa
dalam bungkusan selimut hampa reka mereka
Bunga luka berdarah ungu dalam sekelebatan angin
tak sempat menghirup, tak sempat menghela
yang kuingat hanyalah sosok bayang yang makin menipis
menguap bagai embun menjelang siang
Malaikat yang biasanya menuntunku sedang mengaso di warung
penat juga rupanya membopong segembol rasa yang makin tumbuh
bergelambir dan meronta seolah telah habis hirupan nafas yang ada
Aaah….rasa ini
11.12.2008, 06:21PM